Bad mind, Bad mind, Go Away!

(21.15) Alhamdulillaaaaaah,

“Hari ini tidak seburuk yang saya bayangkan pagi tadi”, ini adalah kalimat pertama yang saya ucapkan dalam hati ketika hendak melangkahkan kaki pulang dari kantor.

Sambil tersenyum dalam arti sebenarnya (dan di dalam hati juga), saya kemudian flash back kepada kekonyolan-kekonyolan yang sudah saya lakukan sendiri semalaman (!!!) sehingga membuat saya resah, gelisah, kepala berdenyut-denyut, tidak bisa konsentrasi, hampir tidak bisa tidur dan hampir memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor pagi tadi. Iya, saya telah melakukan hal bodoh hampir semalaman, hanya karena pemikiran buruk saya sendiri (!!!) Hanya karena ketakutan diri saya sendiri (!!!) yang awalnya datang dari rasa bersalah. Saya memilih lari.

Saya mulai ketakutan setelah habis maghrib, ketika datang sebuah sms. Karena takut dengan isi sms itu, karena merasa bersalah bahwa saya belum melaksanakan amanat yang (mungkin) terdapat dalam pesan itu, saya mematikan handphone, sambil berusaha menenangkan diri, memberi sugesti-sugesti positif dan hal-hal lain sejenisnya. Saya bermuka kusut, bernada kesal kepada hampir setiap orang dan hanya menyendiri di atas semalaman. Mulai dari mencari-cari alasan, mencari-cari orang, sampai mencari-cari artikel tentang resign.
Tapi apa? Akhirnya saya menyerah dengan memaksa diri untuk tidur (dan tidak melaksanakan amanat tadi juga)
—-
Pagi harinya…saya bangun pagi sebenarnya. Tapi entah bagaimana, si pikiran buruk ini menguasai hampir 85% jiwa dan raga saya. Sehingga saya baru beranjak bangun dari kasur pukul 07.15 dan baru berangkat ke kantor pukul 09.00 (antara 07.15 sampe pukul 09.00 saya ‘menenangkan diri’ dengan tidak jelas) Setelah membaca basmalah dan menstarter motor, sepanjang jalan saya hanya beristighfar dan memikirkan hal-hal mengenai resign. Pokoknya pagi tadi saya kalut sekali.

Sesampainya di kantor saya baru menyalakan handphone (sebagai bagian sebuah skenario alasan) setelah semalaman saya matikan. Bahkan saya samasekali tidak sms atau menelepon pacar saya, malam itu. Beberapa detik setelah saya nyalakan, sms yang membuat saya ketakutan semalaman itu masih disana. Gambar amplopnya-pun masih tertutup, tanda belum terbaca. Tidak sampai 5 detik kemudian…saya rasanya mau ngakak, tapi juga ada rasa lega yang sangaaat dalam di dada saya, karena…sms itu KOSONG!!! yaaa, tidak ada isinya (!!!)

Ya Alloooooooooooh…rasanya saya mau ngakak guling-guling sambil menunjuk-nunjuk diri sendiri, memegang perut menahan tawa-menertawakan diri saya sendiri yang semalaman bertingkah polah seperti badut kurang kerjaan, sok kusut. Astaghfirullahhalladziiiim, benar-benar saya merasa bodooooh sekali, bodoh sekali. Bertanya-tanya dengan “bodoh”, bahwa…bagaimana mungkin saya sampai sebodoh itu semalaman, seperti itu, untuk hal yang…tidak ada (???!!!)

Walaupun memang ada sms kedua yang berasal dari orang yang sama, tapi…isi smsnya santai sekali, bercanda tentang isi sms pertama yang kosong tadi. Dan untuk kedua kalinya saya memuji si pengirim ini, “dia baik sekaliiiiiiiiiiii!!!”, karena saya merasa telah berulang kali mengecewakannya, tapi dia masih tetap memberi kesempatan pada saya, entah apapun itu alasannya.

Itu baru kelegaan pertama, masih ada beberapa kelegaan lagi yang intinya berbunyi…
* “saya beruntung berada disini”
* “saya harus menunjukkan sesuatu disini”
* “saya harus memberikan sesuatu yang lebih (khususnya) disini”
* “saya harus belajar banyak hal dari sini”
* “saya harus mendapat banyak hal di sini”
* “saya harus banyak belajar dari orang itu”

Subhanallah, benar bahwa segala keburukan itu hanyalah milik manusia, dan segala kesempurnaan hanyalah milik-Nya. Pemikiran-pemikiran buruk dan jahat (apalagi berlebihan) akan benar-benar menghancurkan kepala kita, memusnahkan akal sehat kita. Dan ketika akal sehat kita dihancurkan bertubi-tubi oleh diri sendiri, maka akan lemahlah segenap jiwa raga kita. Jadi intinya pelajaran hari ini adalah…
1. lari dari masalah memang terbukti merugikan
2. pikiran buruk dari kepala sendiri adalah MOMOK paling menakutkan. Percaya sama saya.
3. better open your mind, open your heart, be prepare and be brave!!!!!!!4. be brave, tamara. Be brave!!!!
5. whatever it takes, be brave!!!!!!!

0 komentar:

Posting Komentar